Sabtu, 7 juli 2018
Bismillah
Cerita tentang celengan. Aku punya celengan tetapi celenganku bukan seperti yang dijual dipasar. Celenganku berbentuk dompet atau toples. Kalau ada uang koin yang berserakan maka aku rajin mengutipnya. Lumayan untuk bayar parkiran ataupun belanja ke kedai. Ketika anak anak memperhatikan kelakuanku itu mereka mengikuti juga. Jadi lumayan berebut lah kalau menemukan koin yang berlepak dirumah ni.
Anak anak juga beberapa kali dibelikan tabungan ada yang bentuk tabung kaleng, ada jg bentuk ayam.dari plastik dan beberapa kali tabungan nya dijebol untuk membeli sesuatu yang memang dibutuhkan. Ada rasa haru dan takjub kala itu. Betapa senangnya anak anak saat mecahkan celengannya dan seru sekali menghitung jumlah uaang yang ada dicelengan.
Dulu pernah aku ikut ikutan nabung si hijau di toples. Begitu si hijau udah lumayan banyak eh pas lagi ada promo gede buku yang diinginkan. Langsung deh dipake. Ada rasa puas dihati ini. Pas mau mudik kmrn jg beritikad kuat untuk nabung, jadi keinginan tuk beli yang lain terkalahkan dan ditunda dulu. Begitu dapat komisi langsung deh disetor ke tabungan tuk mudik..anak anak juga kami kasi pengertian dan semangat kalau kita mesti nabung untuk pulkam. Mesti hemat, gak bisa jajan sering sering dulu. Kalau jajan mesti berbagi. Gak boleh mubazir. Kami genjot juga dengan bersedekah di bulan yang mulia kmrn itu dengan harapan tabungan kami berkah dan subur.Alhamdulillah bisa terlaksana mudiknya. Paling tidak anak anak sudah mulai mengertilah jika ingin sesuatu mesti nabung dulu. Dan jika ingin membeli sesuatu itu karena memang butuh bukan sekedar keinginan belaka dan tidak boleh mubazir. Juga perbanyak sedekah agar tabungan juga berkah dan jadi subur.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Bismillah
Cerita tentang celengan. Aku punya celengan tetapi celenganku bukan seperti yang dijual dipasar. Celenganku berbentuk dompet atau toples. Kalau ada uang koin yang berserakan maka aku rajin mengutipnya. Lumayan untuk bayar parkiran ataupun belanja ke kedai. Ketika anak anak memperhatikan kelakuanku itu mereka mengikuti juga. Jadi lumayan berebut lah kalau menemukan koin yang berlepak dirumah ni.
Anak anak juga beberapa kali dibelikan tabungan ada yang bentuk tabung kaleng, ada jg bentuk ayam.dari plastik dan beberapa kali tabungan nya dijebol untuk membeli sesuatu yang memang dibutuhkan. Ada rasa haru dan takjub kala itu. Betapa senangnya anak anak saat mecahkan celengannya dan seru sekali menghitung jumlah uaang yang ada dicelengan.
Dulu pernah aku ikut ikutan nabung si hijau di toples. Begitu si hijau udah lumayan banyak eh pas lagi ada promo gede buku yang diinginkan. Langsung deh dipake. Ada rasa puas dihati ini. Pas mau mudik kmrn jg beritikad kuat untuk nabung, jadi keinginan tuk beli yang lain terkalahkan dan ditunda dulu. Begitu dapat komisi langsung deh disetor ke tabungan tuk mudik..anak anak juga kami kasi pengertian dan semangat kalau kita mesti nabung untuk pulkam. Mesti hemat, gak bisa jajan sering sering dulu. Kalau jajan mesti berbagi. Gak boleh mubazir. Kami genjot juga dengan bersedekah di bulan yang mulia kmrn itu dengan harapan tabungan kami berkah dan subur.Alhamdulillah bisa terlaksana mudiknya. Paling tidak anak anak sudah mulai mengertilah jika ingin sesuatu mesti nabung dulu. Dan jika ingin membeli sesuatu itu karena memang butuh bukan sekedar keinginan belaka dan tidak boleh mubazir. Juga perbanyak sedekah agar tabungan juga berkah dan jadi subur.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar