Sabtu, 11 Agustus 2018

Sakit dan Kamar Rapi

6 Agustus 2018

Bismillah
Beberapa waktu lalu setelah balik dari mudik bunda sakitnya kambuh. Mungkin kecapean banget. Ya gitu deh bunda gak mau melewatkan waktu sedikitpun melakukan hal hal baru. Jadi hampir tidak ada istirahat karena setiap harinya ada aja kegiatan dan jalan jalan.. sampai dirumah benar benar istirahat deh jadinya. Kalo lagi kambuh ini rasanya benar benar depresi. Merasa tidak berguna karena tidak bisa menjalankan rutinitas dan sangat merepotkan orang lain.
Bunda yang gak sabar ingin cepat sembuh mencoba segalanya. Biar sinus cepat sembuh bunda beli alat nebulizer, pencuci hidung dan baby inhalant tuk terapi. Biasanya bunda uap sendiri. Bunda ambil baskom stainlis trus bunda masukin air panas dan baking soda murni. Kemudian bunda tutup kepala dan baskom dengan handuk. Gak enak sekali rasaya hidung mampat hingga gak bisa tidur malam krn mampat keduanya dan terpaksa nafas melalui mulut.
Setelah paket datang anak anak penasaran dengan si nebulizer. Ikutan lah mereka mengenal barang dan mencoba. Melihat bunda mencuci hidung, mereka seperti melihat sulap haha.. Air yang dimasukin ke lubang hidung kiri, keluar dari lubang kanan. Karena demam bunda tinggi sampai gak bisa berdiri akhirnya bunda nyerah deh pergi ke rumah sakit..dimulai ke dokter tht, anak anak teringat kalau mereka pernah histeris ketika diperiksa telinganya diruang ini juga. Pak dokter menjelaskan penggunaan obat yg lewat hidung. Ada 2 macam obatnya. Berkali kali dijelasin bunda gak mudeng juga. Ketika ambil obat di apotik jg bunda gak ingat lagi apa yang dijelasin dokter tadi. Serasa halusinasi Haha.kemudian lanjut ke dokter syaraf. Si dokter bingung lihat bunda sendirian dg membawa dua anak. Perjuangan ibu rempong katanya hahaha. Lanjut ke dokter terapi dan terapi. Ketika diterapi anak anak pergi keluar ternyata mainin alat fitness dan dimarahin dilarang sama om yg terapi menggunakan alat alat tersebut..setelah selesai kamipun turun dan mampir ke kantin dan kemudian pulang.
Setelah minum obat,semprot hidung yang lumayan nyeri dan terapi di rumah sakit dan menghirup baby inhalant lumayanlah bisa tidur malam dan banyak istirahat. Bundapun segera ikut les renang biar nyeri syaraf dan tulang belakang bisa pulih.
Hampir sebulan rumah tidak terjamah tangan dan jari jemari bunda. Berantakan banget bak kapal pecah. Bunda yang sudah mulai enakan badan nya, matanya mulai lincah tidak nyaman dengan pemandangan yang ada. Baiklah kita mulai beresin kamar abang dulu deh..
Sedikit demi sedikit bunda geser dan rapikan..anak anak bersemangat turut membantu. Si abang juga memberikan pendapatnya tuk dekorasi kamarnya.
Kemudian kami pergi ketoko depan jalan yang tak jauh dari rumah untuk membeli lampu. Si abang sibuk melihat lihat yang lain dan menemukan jam weker pilihan nya. Dia merayu minta belikan dengan alasan biar bisa bangun subuh ketika dengar jam ini berdering. Oke lah bang. Janji yah bangun nya gak perlu bunda siram lagi haha..
Kemudian kami lanjut beresin kamar. Si abang sibuk menata dimana jam nya mau diletakkan. Bunda sibuk merangkai lampu hias dan bunga rambat.. setelah jam weker diletak abang dia lanjut sibuk sendiri. Ternyata nyari batre tuk hidupin lampu hias ini..
Kemudian bunda coba taruh lilin aromaterapi di lentera. Tapi kok rasanya kurang aman. Bunda minta pendapat abang. Dia sibuk mencari sesuatu dan menemukan yang dicari nya yaitu lilin led, dan si tongsis jadi tiang lampu lentera😄 Masya Allah pintar nya anak soleh ini. Kalo lilin ini insya Allah aman karena gak ada apinya hehe..suasanya kamar berbeda dari biasanya. Sebagian barang dikeluarkan. Terlihat lebih lapang.
Malam pun tiba. Semua udah terpasang. Lelah berhari hari terbayarkan. Dan yang paling terkesannya bagiku si abang mau tidur sendiri lagi di kamarnya tanpa drama dan tanpa ketakutan. Terlihat nyaman dia tidur ditaburi lampu rambat dan alunan murotal. Ketika bunda tanya sebelum nya kenapa abang selalu merasa takut? Jawaban nya : karena dekat jendela. Hahaha itukan fobianya bunda..







#HariKe-8
#Tantangan10Hari
#Level9
#IbuProfesional
#ThinkCreative

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menuju migrasi

Menuju Migrasi Kupu-Kupu  Bismillah Ini kisah perjalanku selama bermain di Hutan Kupu-Kupu Bunda Cekatan Perkuliahan Buncek 3 ini sangat sur...